Berita

PEKALONGAN – Krisis sampah yang melanda berbagai kota, termasuk Pekalongan, menuntut solusi yang tidak hanya teknis tetapi juga menyentuh aspek perilaku dan spiritualitas masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, salah satu mahasiswa Program Doktoral Studi Islam Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Faiz Abdillah, memaparkan riset inovatifnya dalam ajang bergengsi International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2025.

Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana Universitas Gus Dur (PPS UNGUSDUR) Pekalongan kembali menghasilkan riset berkualitas tinggi. Hasil penelitian dua mahasiswa S3, Aba Yazid dan Makmun, itu menghasilkan kesimpulan yang menepis stigma negatif terhadap tarekat.

Melalui artikel berjudul "Work Ethic of Followers of the Tarekat: A Case Study of Followers of the Qadiriyah Naqshbandiyah Order in Pekalongan City and Pekalongan Regency”, Penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa keaktifan dalam Tarekat Qadiriyah Naqshbandiyah (TQN) berhubungan positif signifikan dengan etos kerja pengikutnya. Semakin aktif berzikir, wirid, dan suluk, semakin tinggi pula semangat kerja dan produktivitasnya.

Program Doktor Studi Islam Pascasarjana Universitas Gus Dur (PPS UNGUSDUR) Pekalongan menunjukkan keunggulannya dalam riset pendidikan Islam yang langsung berdampak nyata di lapangan.
Tim yang terdiri atas mahasiswa S3 Akhmad Aufa Syukron (corresponding author), Faliqul Isbah, Moh. Nurul Huda, serta Dr. Ali Burhan selaku Kaprodi Studi Islam, berhasil mengembangkan media pembelajaran Bahasa Arab berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan platform Assemblr EDU untuk siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree