Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Pascasarjana UIN Gus Dur ini berlangsung selama dua hari, 22-23 November 2025, bertempat di Hotel Howard Johnson Pekalongan. Dalam forum akademik yang dihadiri oleh pakar dan peneliti dari berbagai negara ini, riset Faiz Abdillah bersama M. Aris Safi’i yang berjudul "Household Circular Problem Model: Normative Integration of Islamic Consumption Ethics Through The 'In-Out' Mechanism" berhasil menarik perhatian audiens.
Tiga Pilar Utama "Household Circular Maslahah Model"
Dalam presentasinya, Faiz menyoroti kegagalan pola ekonomi linier (beli-pakai-buang) dan paradigma "utilitas" konvensional yang menjadi akar penumpukan limbah rumah tangga. Sebagai solusi, ia merumuskan "Household Circular Maslahah Model" yang dibangun di atas tiga temuan kunci untuk mengubah perilaku konsumsi:
Reformasi Alokasi (Input): Prioritas ZIS & Thayyib Riset ini menawarkan perubahan radikal dalam alokasi pendapatan. Bukan lagi "Belanja dulu, sisa baru sedekah", melainkan menempatkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai pengeluaran prioritas pertama. Selain itu, konsumsi pribadi dibatasi hanya pada barang yang Thayyib (berkualitas, awet, dan etis), yang secara otomatis menolak budaya fast fashion yang boros sampah.
Mekanisme 'In-Out' (Proses): Kontrol Anti-Penimbunan Ini adalah kebaruan (novelty) utama penelitian. Faiz memperkenalkan mekanisme kontrol praktis berbasis larangan Iktinaz (penimbunan harta). Aturannya sederhana: setiap ada barang baru yang "Masuk" ke rumah, harus ada barang lama layak pakai yang "Keluar" melalui donasi. Mekanisme ini mencegah barang menumpuk menjadi "sampah beku" di lemari.
Maksimasi Maslahah (Output): Dampak Ganda Tujuan akhir model ini bukan kepuasan pribadi (utility), melainkan Maslahah (kesejahteraan menyeluruh). Penerapan model ini terbukti menghasilkan "Dampak Ganda" (Double Impact): secara ekologis meminimalkan sampah akhir (waste), dan secara spiritual memaksimalkan pahala sosial melalui aliran sedekah barang.
Model Maslahah Sirkular
Komitmen Prodi Doktoral Hadirkan Solusi Aplikatif
Presentasi riset ini menjadi bukti nyata semangat Program Studi Doktoral Studi Islam UIN Gus Dur untuk tidak hanya berkutat pada wilayah teoritis, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran yang solutif dan aplikatif bagi masyarakat.
Riset ini dinilai sangat relevan dengan kondisi Pekalongan sebagai kota kreatif dan produksi yang kerap berhadapan dengan masalah limbah. Model yang ditawarkan mengubah paradigma gaya hidup sirkuler dari sekadar tren ekologis menjadi sebuah ibadah yang terukur.
Kehadiran riset yang berani menawarkan model konseptual hingga teknis operasional ini menegaskan posisi Pascasarjana UIN Gus Dur sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan studi Islam yang responsif terhadap isu-isu global dan lokal, khususnya isu lingkungan berkelanjutan.